Uncategorized

Episode 7 (Terakhir): Di Balik Langkahmu, Ada Aku

Pagi itu, langit seperti kertas yang belum ditulis.Putih. Sunyi. Siap menerima cerita baru. Ranya berdiri di ujung trotoar kenangan, tempat semua ini dimulai.Tempat di mana hatinya dulu patah tanpa suara, tempat di mana langkah keempatnya membuka pintu yang selama ini terkunci. Di tangannya, ada surat terakhir. Bukan dari Arga, tapi darinya—untuknya.Untuk cinta yang tidak pernah […]

Episode 7 (Terakhir): Di Balik Langkahmu, Ada Aku Read More »

Episode 6: Titik Nol

Episode 6: Titik Nol

Hari itu, matahari seolah segan menampakkan wajahnya.Awan menggantung berat di langit, seperti perasaan Ranya—penuh, tak bernama, dan nyaris tumpah. Kotak kayu di pangkuannya masih terbuka. Kalung perak kecil berukir huruf A & R menggantung di jari telunjuknya, berayun-ayun seperti waktu yang ingin kembali.Tapi ia tahu: tidak semua bisa diulang.Dan tidak semua jawaban bisa ditemukan dengan

Episode 6: Titik Nol Read More »

Episode 5: Wanita Bernama Kenanga

Episode 5: Wanita Bernama Kenanga

Malam itu, langit tak berbintang.Langit seperti lembaran hitam kosong, sama seperti kepala Ranya yang dipenuhi tanya—tentang lelaki tua di taman, tentang surat-surat yang muncul seperti skenario, dan tentang Arga… yang terus hadir tanpa wujud, namun nyatanya tak pernah pergi. Di kertas itu, tertulis satu nama:Kenanga.Dan satu kalimat: “Jika kau ingin tahu kenapa aku menghilang, temuilah

Episode 5: Wanita Bernama Kenanga Read More »

Episode 4: Langkah yang Tak Pernah Selesai

Episode 4: Langkah yang Tak Pernah Selesai

Pagi merekah perlahan, membawa cahaya lembut yang menembus sela-sela tirai kenangan.Ranya duduk di bangku kayu depan rumah tua Arga, masih memandangi cangkir kopi yang ia bawa pulang dari gedung perpustakaan kemarin.Wangi pahitnya telah memudar, tapi jejaknya masih tertinggal kuat di dalam dadanya. Satu hal pasti: ia tak bisa lagi menunggu.Langkah-langkah yang ia ambil selama ini

Episode 4: Langkah yang Tak Pernah Selesai Read More »

Episode 3: Bayangan di Jendela Gedung Tua

Episode 3: Bayangan di Jendela Gedung Tua

Hujan turun pelan sore itu—bukan badai, tapi semacam tangis kecil yang malu-malu, seperti langit sedang mengenang seseorang yang belum sempat dipeluk.Ranya berdiri di seberang trotoar, memandangi gedung tua yang berdiri seperti perasaan yang tak pernah selesai: kosong di dalam, tapi penuh gema di dinding-dindingnya. Gedung itu dulunya adalah perpustakaan tua.Tempat Arga suka menghabiskan waktu membaca

Episode 3: Bayangan di Jendela Gedung Tua Read More »

Episode 2: Surat yang Tak Pernah Dikirim?

Episode 2: Surat yang Tak Pernah Dikirim?

Rumah itu berdiri seperti rahasia tua yang enggan dibuka.Jendela-jendelanya berdebu, pintunya mengelupas dimakan usia, dan pekarangannya dipenuhi rerumputan liar yang tumbuh semaunya.Tapi bagi Ranya, rumah itu tak ubahnya album foto hidup—setiap sudutnya menyimpan fragmen yang pernah hangat, pernah hidup, pernah ia genggam bersama Arga. Ia masuk pelan, kunci lama yang dulu disimpan ibunya ternyata masih

Episode 2: Surat yang Tak Pernah Dikirim? Read More »

Episode 1: Trotoar yang Berbisik

Episode 1: Trotoar yang Berbisik

Langit senja merunduk pelan di atas kota yang tak pernah benar-benar asing.Ranya berdiri di pinggir trotoar yang sudah mulai retak oleh waktu—tempat yang dulu menjadi saksi sunyi percakapan-percakapannya dengan Arga.Angin membawa harum tanah basah, menyusup ke sela-sela memori yang belum sempat dibereskan. Ia menjejakkan kaki. Langkah pertama terasa ringan, seperti salam dari masa kini.Langkah kedua,

Episode 1: Trotoar yang Berbisik Read More »

Langkah Keempat di Trotoar Kenangan

Langkah Keempat di Trotoar Kenangan

Di sebuah trotoar tua di pusat kota, konon ada sebuah ‘kutukan’—setiap langkah keempat yang diambil seseorang di sana akan membangkitkan satu kenangan yang terkubur dalam. Seorang perempuan muda, Ranya, secara tak sengaja memicu kenangan lama dari cinta masa SMA yang menghilang tanpa jejak. Ia pun terdorong untuk mencari kebenaran di balik hilangnya cinta pertamanya, Arga,

Langkah Keempat di Trotoar Kenangan Read More »